Paragraf awal yang terulang.
Hadir kembali setelah bungkam oleh kemelut hiruk pikuk dunia.
1 tahun ini aku kembali mengangkat tema besar yang lama aku tinggalkan, ah bukan, namun hanya aku lupakan sementara. Sebuah tema yang kebanyakan memang manis di awal namun selalu berujung pada pedih. iya, kita semua pasti mengenal ini, terlebih pada zaman yang tak ramah pada usia, sehingga baik buruk tak tersaring dengan baik, iya semua orang pasti pernah merasakan tema ini, ia sering disebut cinta.
Kisah yang aku tinggal pada fase yang sering orang bilang sebagai masa lalu. Bukan aku tak ingin pernah lagi membahas tema ini, namun aku pikir belum waktunya untuk kembali membahas tema yang aku pribadi menganggapnya rumit, bahkan salah-salah berujung pada sebuah kesalahan yang akan mendarah daging.
Aku sadar, tema ini jika tak terselesaikan akan menghasilkan jiwa yang terkatung-katung pada waktu, di ayun-ayun oleh angin sepoi yang di hembuskan oleh harapan akan masa depan. Tema yang memaksa ku untuk mengabdi pada seseorang dengan alasan yang tampak simple "Aku Cinta Kamu", ya se simple itu. Namun sebagaimana orang kebanyakan yang bisa bermain lidah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan hanay mengucapkan 3 kata itu. Tapi aku tak mampu seperti mereka, aku berbeda, menurut ku.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang tema itu, aku kini berada pada ujung tahun 2015. Setidaknya selepas SMA 2 tahun yang lalu aku mempunyai hobi yang seharusnya memang aku lakoni, membaca. Namun semenjak lulus SMA, aku fokuskan hanya pada membaca tanpa niatan untuk berkata tentang sastra lagi, apalagi menulis, jari terasa berat untuk sekedar menulis deretan huruf yang akan tersusun indah ungkapan dari otak yang menerjemahkan bahasa hati.
Dulu ketika hati yang mendapat pesan dari akal, memutuskan untuk mengambil langkah nyaman untuk sendiri. Awal terasa sulit memang, sepi, hampa, ya memang sendiri, namun ternyata perlahan jiwa yang sendiri ini mampu untuk berdiri sendiri. Aku bebas lepas, iya aku sendiri. Aku nikmat sendiri..
Hingga tiba di ujung tahun 2014, ada yang menjemputku...
To Be Continued...
01/11/2015 #Sastra #Bernyawa #SastraBernyawa
1 tahun ini aku kembali mengangkat tema besar yang lama aku tinggalkan, ah bukan, namun hanya aku lupakan sementara. Sebuah tema yang kebanyakan memang manis di awal namun selalu berujung pada pedih. iya, kita semua pasti mengenal ini, terlebih pada zaman yang tak ramah pada usia, sehingga baik buruk tak tersaring dengan baik, iya semua orang pasti pernah merasakan tema ini, ia sering disebut cinta.
Kisah yang aku tinggal pada fase yang sering orang bilang sebagai masa lalu. Bukan aku tak ingin pernah lagi membahas tema ini, namun aku pikir belum waktunya untuk kembali membahas tema yang aku pribadi menganggapnya rumit, bahkan salah-salah berujung pada sebuah kesalahan yang akan mendarah daging.
Aku sadar, tema ini jika tak terselesaikan akan menghasilkan jiwa yang terkatung-katung pada waktu, di ayun-ayun oleh angin sepoi yang di hembuskan oleh harapan akan masa depan. Tema yang memaksa ku untuk mengabdi pada seseorang dengan alasan yang tampak simple "Aku Cinta Kamu", ya se simple itu. Namun sebagaimana orang kebanyakan yang bisa bermain lidah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan hanay mengucapkan 3 kata itu. Tapi aku tak mampu seperti mereka, aku berbeda, menurut ku.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang tema itu, aku kini berada pada ujung tahun 2015. Setidaknya selepas SMA 2 tahun yang lalu aku mempunyai hobi yang seharusnya memang aku lakoni, membaca. Namun semenjak lulus SMA, aku fokuskan hanya pada membaca tanpa niatan untuk berkata tentang sastra lagi, apalagi menulis, jari terasa berat untuk sekedar menulis deretan huruf yang akan tersusun indah ungkapan dari otak yang menerjemahkan bahasa hati.
Dulu ketika hati yang mendapat pesan dari akal, memutuskan untuk mengambil langkah nyaman untuk sendiri. Awal terasa sulit memang, sepi, hampa, ya memang sendiri, namun ternyata perlahan jiwa yang sendiri ini mampu untuk berdiri sendiri. Aku bebas lepas, iya aku sendiri. Aku nikmat sendiri..
Hingga tiba di ujung tahun 2014, ada yang menjemputku...
To Be Continued...
01/11/2015 #Sastra #Bernyawa #SastraBernyawa
Komentar
Posting Komentar